James Tohank's Blog

Kisah hidup pemuda indonesia
Basada en una historia real

Fuck Them Shit

Kalian Semua Itu Anjing tapi Aku Lebih Anjing

Sekapur Sirih

Tidak Ada Waktu Yang Terlambat Untuk Mencoba,
Tidak Ada Waktu Yang Terlambat Untuk Berubah,
maka,
Tidak Ada Waktu Yang Terlambat Untuk Berhasil

New Year

Mengakhiri taun 08 dgn berkunjung ke rumah kolega di daerah cipanas bogor. Huh,ribuan kembang api melesat meluncur menghiasi langit,dahsyat. Tak terdefinisikan. Sebelumnya,sorenya ikut memeriahkan pesta dengan menjerit dan menggetarkan tali gitar di sebuah aula cafe daerah bogor. Sayang,tak ada bukti dokumentasi. Baru beberapa jam tahun 2009 berjalan,tiba pula saat untuk berpesta di villa yang telah disewa. Have a drunk,cigar,mariyuana n ladies. Bangun disiang hari dan tertimpa serangan pegal-pegal seluruh tubuh. Tidak banyak ambil pusing langsung berangkat ke panti pijat XXX daerah cipanas,huh mantab. Kembali terlelap. Kemudian beranjak dan mengatur strategi untuk kembali memacu kuda besi karena harus pulang ke kota kembang,Bandung. Berangkaaaaatt

Sepertinya Fiksi Sedih

Seorang ayah muda bernama Hankto yang baru mempunyai gadis kecil berumur 3 tahun, sangat menyukai bidang pekerjaannya. Sibuk. Sedikit, bahkan hampir tidak ada waktu untuk keluarga. Suatu malam, sang gadis kecil, melita namanya meminta ayahnya untuk membacakan dongeng dari sebuah buku yang baru dibelikan oleh ibunya. Buku tersebut masih tercium bau toko. "Huhuy buku baru nih?", Hankto memulai pembicaraan dengan tanpa melirik ke arah melita sedikitpun. Sedikit mengacuhkan. Ya, karena ia masih sibuk dengan segudang pekerjaan di depan matanya. "Ia nih Pah,bacain dong", si gadis memulai manjanya. Namun dengan masih acuhnya Hankto hanya menjawab "Apa sih? nanti dulu aja ya.". Terlihat kecewa sigadis luchu kembali memanja "Pah, bacain. Kata mamah ceritanya bagus". "Aduh Sayang, papah masih sibuk, ya udah sama mamah aja gih.". Melita langsung menjawab "Mamah bilang, lebih bagus kalo papah yang cerita". Tetap acuh pada sang gadis. Tetap konsentrasi pada pena dan lembaran-lembaran kertas di mejanya. Ya seperti itulah Hankto. Melita kembali merayunya "Pah, 15 menit aja". Hankto diam. "Pah". Sekali lagi merengek "Papah". Kemudian sekitar 10 menit kemudian tanpa ada balasan dari Papahnya, maka si gadis mungil luchu kemudian memberikan buku itu kepada ayahnya, sambil tersenyum dan memegang telapak tangan ayahnya, Melita berkata "Pah, ini bukunya pegang dulu aja ya pah". Hankto hanya diam terpaku melihat apa yang dikatakan buah hatinya. Melita yang tidak lepas dari senyumnya melanjut "Nanti kalo papah udah ga sibuk dan udah punya waktu, baru bacain ya. Tapi bacanya harus keras biar Melita bisa denger, Ok Pah". Melita pergi dengan senyum simpulnya. Maka diwaktu yang kurang tepat Hankto membaca juga buku cerita yang sudah ridak kelihatan baru itu. Sesuai pesan dari gadisnya, maka ia membacanya dengan keras-keras supaya gadisnya, Melita bisa mendengar ceritanya walaupun ditempat peristirahatan terakhirnya. Mengingat kejadian itu semakin keraslah Hankto membacanya, sampai ia melupakan kejadian tabrak lari gadisnya sepulang ia dari rumah tetangga.
Apa yang bisa dilakukan Hankto, waktu tidak bisa diulangi. Hanya penyesalan. Hampir setiap hari ia membaca buku itu, sampai suara terdengar parau agar terdengar oleh sang gadis. :'(

6 desember 2008

Seperti biasa menjadi Guider disalah satu tempat penyewaan DVD menjadi aktifitas sehari-hari. Anehnya setiba di komplek perumahan tempat aku tinggal aku bertemu dengan teman-teman lama yang berniat untuk membeli satu atau dua botol minuman beralkohol. Huh , menjadi suatu ajakan yang belum bisa aku tolak. sekarang jam 2 pagi dan terasa nikmat kepala diguncang-guncang goyangan zat haram nan harum (kontropersi).haha. Mana tadi diawali dengan minuman Vigor khas batak lagi uy, nampak mantab betul malam ini. padahal kalo diperhitungkan, masih banyak pekerjaan rumah yang haurs dikerjakan, mulai dari mengerjakan skripsi yang nunggak sampai nyapu dan ngepel rumah, haha. Maklum anak paling besar yang harus mengurus rumah.

Malam minum dengan teman rumah, sedangkan besik pagi tepatnya nanti pagi harus mengikuti jadual bermain futsal denga teman lainnya.. mata merah kepala puyeng badan lemes, GILAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA... mau jadi apa aku ini...
tapi nulis di blog ini namnpak seperti dokumentasi kehidupan yang akan dan bisa di buka kembali saat usia sudah lanjut, benar ga???

singa jengke oh singa jengke, hancur hidup ku karena kau.. (penyesalan yang menipu diri sendiri).. udah ahh gatau nulis apa, aku ga baca ulang dan ga tau kesalahan penulisan apa saja yang telah aku buat.. haha.. semoga hari besok lebihg baik dari hari inilah.. ok ok...bye

5 Desember 2K8

Baru senja menjelang malam tadi dompet diselipi uang seperempat juta..huh sekarang sisa 1 lembar uang merah doang,.emang paling gampang ya ngabisin duit..mana kuda besi belum jajan lagi uy.

Pegal-pegal, 11 Nov 2008

Sehari penuh kuhabiskan waktu di pinggiran jalan Tubagus Ismail. Menemani seorang teman yang sedang mencari penghasilan dengan berprofesi sebagai penjaga kios pinggiran. Yang memberi pelayanan pengisian pulsa. Huh tidak banyak aktifitas yang kukerjakan. Anehnya rasa cape dan pegal-pegal menyerangku, ketika baru saja berbaring seperempat jam. Dilantai kamar. Beralaskan kasur busa.
Ahh, tidak mungkin. Umurku yang masih bertengger di kepala dua, sudah harus merasakan penyakit yang orang sering bilang dengan kata reumatik. Karena teringat dengan banyak keluhan dari Opungku dulu dan Mamahku. Yang hampir menghantuiku tiap malam sepulang dari bepergian seharian penuh. Mereka yang memiliki cara penyembuhan alternatif yang sama. Apa mungkin harus kulakukan hal yang sama? Tanpa menelan sebutirpun obat, apakah seribu pasukan pegal ini akan pergi dengan hanya mengandalkan kekuatan pijatan. Haha.
Sebelum mendapat bunga tidur sempat terhayal, apakah nikmat jika esok aku pergi kepanti. Iya, panti pijat. Berharap mendapat pijatan kembang-kembang panti. Dengan mungkin harus menguras kocek yang lebih. Nampak seperti bukan ide yang buruk. Mari wujudkan khayalan malam ini di besok hari. Dan malam ini mendapat kehidupan alam bawah sadar dalam tidur yang super duper mantab.

Sumpah...

Sumpah. Diawal. Aku tidak suka, apalagi untuk merasa tertarik padanya, huh itu adalah hal yang jauh tergambar dan tidak terpikirkan dalam benak.

Sumpa. Di akhir. Aku disini tidak bisa melupakan senyumnya, rasa sayangnya, bau tubuhnya, makanan kesukaannya, gaya bahasanya, gaya berpakaianny, mimik muka saat dia tidur, cara makannya, cara dia mengeluh, apa yang tidak dia suka, cara menyapa ku yang diawali kata Hai....., dan semuanya dan semuanya. Dan bodohnya aku menulis ini setelah kurang lebih 9 bulan aku dan dia resmi berpisah. Sepanjang waktu yang dibutuhkan seorang bayi menunggu melihat dunia diluar perut ibundanya.

Kalian yang mengenal aku ataupun yang tidak tetapi kebetulan membaca ini mungkin berpikiran sama dan tertawa ataupun bersenyum simpul atau malah "marah" melihat apa yang terjadi padaku. Wajar saja. Tak apa. Tapi satu hal yang harus dicermati adalah Mungkin kalian pernah mengalami hal yang "serupa" denganku, tetapi kalian bukan aku dan aku bukan kalian. Maka semua ocehan-ocehan kalian hanya berpengaruh kecil dan tidak betahan lama bagiku.

Egois? Ya, memang. Kenapa? Aku sendiri tidak bisa menjawabnya. Kenapa tidak bisa? Karena jawabannya masih tertulis dalam hati, dan hatiku sudah membeku tanpa ada sebuah kehangatan yang membuatnya cair.

Ahh anjrit sial......! Penulisan BAB I skripsiku jadi tertunda, hampir satu jam karena teringat si dudung itu, malah jadi keringat gini lagi.. Fiiiuuuuhhh.... Lanjut...

Hidup??

Kadang kubertanya,untuk apa harus sekolah,kuliah,kerja,menikah,dll.. Lalu kumendapat jawabannya ternyata adalah kegiatan untuk mengisi waktu luang menunggu mati.
 

ARTdestroyer

Jl.Jati Menak C4 No.1 Margaasih Indah
Kab.Bandung 40215
Indonesia, Jawa Barat
(Hp-628562032229)

different paths

college campus lawn

wires in front of sky

aerial perspective

clouds

clouds over the highway

The Poultney Inn

apartment for rent