
Pegal-pegal, 11 Nov 2008
Sehari penuh kuhabiskan waktu di pinggiran jalan Tubagus Ismail. Menemani seorang teman yang sedang mencari penghasilan dengan berprofesi sebagai penjaga kios pinggiran. Yang memberi pelayanan pengisian pulsa. Huh tidak banyak aktifitas yang kukerjakan. Anehnya rasa cape dan pegal-pegal menyerangku, ketika baru saja berbaring seperempat jam. Dilantai kamar. Beralaskan kasur busa.
Ahh, tidak mungkin. Umurku yang masih bertengger di kepala dua, sudah harus merasakan penyakit yang orang sering bilang dengan kata reumatik. Karena teringat dengan banyak keluhan dari Opungku dulu dan Mamahku. Yang hampir menghantuiku tiap malam sepulang dari bepergian seharian penuh. Mereka yang memiliki cara penyembuhan alternatif yang sama. Apa mungkin harus kulakukan hal yang sama? Tanpa menelan sebutirpun obat, apakah seribu pasukan pegal ini akan pergi dengan hanya mengandalkan kekuatan pijatan. Haha.
Sebelum mendapat bunga tidur sempat terhayal, apakah nikmat jika esok aku pergi kepanti. Iya, panti pijat. Berharap mendapat pijatan kembang-kembang panti. Dengan mungkin harus menguras kocek yang lebih. Nampak seperti bukan ide yang buruk. Mari wujudkan khayalan malam ini di besok hari. Dan malam ini mendapat kehidupan alam bawah sadar dalam tidur yang super duper mantab.
Ahh, tidak mungkin. Umurku yang masih bertengger di kepala dua, sudah harus merasakan penyakit yang orang sering bilang dengan kata reumatik. Karena teringat dengan banyak keluhan dari Opungku dulu dan Mamahku. Yang hampir menghantuiku tiap malam sepulang dari bepergian seharian penuh. Mereka yang memiliki cara penyembuhan alternatif yang sama. Apa mungkin harus kulakukan hal yang sama? Tanpa menelan sebutirpun obat, apakah seribu pasukan pegal ini akan pergi dengan hanya mengandalkan kekuatan pijatan. Haha.
Sebelum mendapat bunga tidur sempat terhayal, apakah nikmat jika esok aku pergi kepanti. Iya, panti pijat. Berharap mendapat pijatan kembang-kembang panti. Dengan mungkin harus menguras kocek yang lebih. Nampak seperti bukan ide yang buruk. Mari wujudkan khayalan malam ini di besok hari. Dan malam ini mendapat kehidupan alam bawah sadar dalam tidur yang super duper mantab.









0 comments:
Post a Comment